Menu MBG Ramadan Dikeluhkan, PMII Pacitan Minta BGN Turun Tangan dan Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Ketua PC PMII Pacitan Sunardi saat menanggapi kisruh MBG yang sempat dikeluhkan warga dan meminta BGN turun tangan. (FOTO: Dok. PMII Pacitan).

Pmiipacitan.or.id, PACITAN - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kabupaten Pacitan menuai sorotan.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pacitan menerima sejumlah keluhan terkait kualitas dan teknis distribusi menu MBG yang dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat menjalankan ibadah puasa.

Ketua PMII Pacitan menegaskan, program MBG sejatinya merupakan langkah strategis negara dalam memperkuat kualitas gizi generasi muda. 

Namun dalam implementasinya di lapangan, diperlukan pengawasan ketat agar tujuan mulia tersebut tidak justru menimbulkan persoalan baru.

“Ramadan memiliki karakteristik berbeda. Pola konsumsi berubah, daya tahan tubuh anak-anak juga perlu perhatian khusus. Jangan sampai program yang baik ini kehilangan esensinya karena lemahnya pengawasan dan evaluasi teknis,” tegasnya.

Sejumlah laporan yang diterima PMII menyebutkan adanya menu yang kurang variatif serta teknis pembagian yang belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi puasa siswa. 

Hal ini, menurut PMII, harus menjadi perhatian serius Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas standar dan kualitas program.

PMII Pacitan mendesak BGN untuk segera turun tangan melakukan monitoring langsung ke daerah, termasuk di Pacitan.

Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kualitas makanan, kandungan gizi, kebersihan, hingga mekanisme distribusi benar-benar sesuai standar yang ditetapkan.

“Program nasional tidak boleh berhenti pada seremoni dan angka serapan anggaran. Yang utama adalah kualitas dan kebermanfaatannya bagi masyarakat. Jika ada kekurangan, harus segera diperbaiki,” imbuhnya.

PMII juga menekankan pentingnya transparansi dan keterlibatan publik dalam pengawasan program MBG. 

Partisipasi sekolah, wali murid, dan elemen masyarakat dinilai penting agar program ini berjalan adaptif terhadap kebutuhan lokal, terlebih dalam momentum Ramadan.

Sebagai organisasi kader yang memiliki komitmen pada isu-isu sosial dan pendidikan, PMII Pacitan menyatakan akan terus mengawal kebijakan publik yang berkaitan dengan hak dasar masyarakat, termasuk hak atas gizi yang layak bagi generasi muda.

“Negara hadir bukan sekadar memberi, tetapi memastikan kualitasnya terjaga. Kami akan terus mengawasi agar kebijakan publik benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama