Belasan Mahasiswa IAI Attarmasi Pacitan Ditempa di MAPABA PMII, Siap Perkuat Basis Kader

Belasan Mahasiswa IAIT mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII. (Foto: Dok. Pmii Stainu Pacitan).


PMIIPACITAN - Belasan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Attarmasi Pacitan mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang digelar Pengurus Komisariat (PK) PMII STAINU Pacitan di Gedung Griya Pemuda Pacitan, Senin–Selasa 21–22 September 2026.

Para mahasiswa tersebut kemudian resmi dibaiat sebagai anggota baru PMII setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kaderisasi formal. Kegiatan mengusung tema "Menyalakan Kesadaran, Menggerakkan Peradaban".

Keikutsertaan mahasiswa IAI Attarmasi dalam kaderisasi lintas kampus tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat basis kader di lingkungan kampus. 

Langkah itu sekaligus berkaitan dengan persiapan PMII IAI Attarmasi yang saat ini masih berstatus Komisariat Persiapan menuju Komisariat Definitif.

Koordinator Komisariat Persiapan PMII IAI Attarmasi Pacitan, Alfinez Safta Dwi Yanto, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam MAPABA menjadi salah satu ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan kaderisasi sekaligus memperkuat hubungan antarkampus.

"Keikutsertaan sahabat-sahabat dalam MAPABA PMII STAINU Pacitan ini adalah ikhtiar nyata menyiapkan kader pelopor militan. Ini menjadi syarat penting pemenuhan kuota kaderisasi agar ke depan IAI Attarmasi secara resmi menjadi Komisariat Definitif dan mampu menyelenggarakan pengkaderan formal secara mandiri," terang Alfinez.

Kolaborasi Lintas Kampus

Keaktifan delegasi IAI Attarmasi selama mengikuti forum mendapat apresiasi dari pihak penyelenggara. 

Ketua PK PMII STAINU Pacitan, Fariz Dani Arham, menilai para peserta mampu mengikuti dinamika diskusi dan menunjukkan keberanian menyampaikan gagasan.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dari kampus berbeda juga menjadi bagian penting dalam membangun konsolidasi organisasi di tengah tantangan regenerasi kader PMII di Pacitan.



"Dalam hal ini organisasi PMII memang sudah seharusnya saling berkolaborasi, apalagi gerakan di Pacitan yang notabenenya dalam fase degradasi kader. Tentunya kolaborasi lintas kampus sangat dibutuhkan untuk menyongsong gerakan PMII di Pacitan agar lebih masif lagi," imbuhnya.

Selama dua hari, peserta mengikuti sejumlah materi kaderisasi, diskusi, hingga evaluasi. 

Dinamika forum tidak hanya menjadi ruang pengenalan organisasi, tetapi juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, menyampaikan pendapat, serta menguji pemahaman terhadap materi yang diterima.

Proses kaderisasi berlangsung dengan agenda padat sejak pagi hingga malam. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan, peserta mengikuti prosesi pembaiatan sebagai penanda resmi bergabungnya mereka sebagai kader PMII.

Ketua Angkatan dan Arah Gerakan Setelah MAPABA

Dinamika forum juga menghasilkan terpilihnya salah satu mahasiswa IAI Attarmasi, M. Fahrurrozi, sebagai Ketua Angkatan melalui mekanisme voting.

Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) tersebut mengatakan amanah itu menjadi pengalaman baru sekaligus tanggung jawab untuk membawa angkatannya melanjutkan proses kaderisasi setelah MAPABA.

"Langkah selanjutnya adalah melakukan aksi nyata. Kita harus tentukan progres ke depan mau seperti apa. Jika ingin berkembang, mari bersama-sama menjalankan prosedur PMII yang sudah berjalan. Arahnya harus jelas, apakah kita mau mandek di sini saja atau melangkah lebih maju ke depan," tegas Fahrurrozi.

Bagi mahasiswa IAI Attarmasi, MAPABA tersebut menjadi pengalaman awal dalam mengenal lebih jauh tradisi intelektual dan dinamika organisasi PMII. 

Forum lintas kampus juga mempertemukan peserta dengan mahasiswa dari latar belakang berbeda, sehingga membuka ruang pertukaran gagasan dan pengalaman.

Di sisi lain, bertambahnya kader baru menjadi modal bagi PMII IAI Attarmasi untuk memperkuat konsolidasi internal. Setelah proses MAPABA, tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan kaderisasi agar tidak berhenti pada pembaiatan.

PMII IAI Attarmasi kini diarahkan untuk memperkuat basis organisasi di lingkungan kampus serta mempersiapkan berbagai kebutuhan menuju terbentuknya Komisariat Definitif.

Dengan demikian, MAPABA tidak berhenti sebagai agenda penerimaan anggota baru, tetapi menjadi pintu awal bagi kader-kader IAI Attarmasi untuk mengambil peran lebih jauh dalam dinamika organisasi dan gerakan mahasiswa di Pacitan.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama